Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

MEMONOPOLI PEMBICARAAN

15744ca049bbc4e88

Sebagian orang ada yang banyak bicara, tapi masih memberi kesempatan bagi orang lain untuk berbicara.

Banyak bicara adalah jelek, tapi lebih jelek lagi seseorang yang ingin memonopoli pembicaraan, sehingga tidak memberi kesempatan bagi yang lain untuk menggerakkan bibirnya.

Memonopoli pembicaraan merupakan penyakit buruk yang dilalaikan banyak orang, lantaran menyangka diamnya orang-orang yang ada di hadapannya karena kagum dengan omongnya dan setuju dengan pembicaraannya yang panjang lebar.

Hendaknya orang yang berbicara menjauhi monopoli pembicaraan, dan tidak mencela orang lain melakukannya, sementara dia membolehkannya bagi dirinya sendiri.

Termasuk etika dalam berkomunikasi adalah berbicara sederhana di dalam majelis, menjauhi sikap yang tidak malu memegang kendali pembicaraan di dalam acara-acara orang ramai, sehingga membuat sesak dada orang lain akibat panjangnya sesuatu yang dibicarakan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata, “Hindari keinginan memimpin ketika berkumpul bersama manusia, sementara kamu bukan seorang pemimpin. Dan hindari banyak bicara, berbicara pada setiap masalah (seakan-akan dia yang paling tahu).” Terkadang kita menguasai majelis lalu menjadi penceramah dan pembicara sendirian, akibat ketidak pekaan kita terhadap suasana, kebodohan dan kedunguan kita.  Akan tetapi, adab yang syar’i dan sesuai adat adalah membiarkan pembicaraan lepas,dan masing-masing yang hadir memiliki hak untuk berbicara. Kecuali kalau dia adalah anak kecil ketika bersama orang dewasa, hendaknya mereka bersikap sopan dan tidak berbicara kecuali untuk menjawab pertanyaan.”

Leave a Reply